The Master Haram ???


the-masterPara Ulama lagi-lagi kurang kerjaan, Fatwa haram kembali ditujukan pada tayangan televisi. Puluhan pondok pesantren di Jawa Timur melayangkan fatwa haram atas program tayangan The Master, yang disiarkan oleh stasiun televisi swasta RCTI, seperti yang dilansir di salah satu media internet. Keputusan tersebut dibuat dalam Bahtsul Masail Wustho yang digelar di Ponpes Abu Dzarrin, Kendal, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut para peserta pertemuan, kehadiran juara pertama Joe Sandy dan juara putaran kedua Limbad, dalam pertunjukan yang mendebarkan adalah jauh dari jangkauan akal sehat. Kepada salah satu media, Jumat (5/6), Khorul Rozy, wakil dari LPI Al-Fatimah, Bojonegoro, membenarkan fatwa yang merupakan hasil dari Bahtsul Masail Wustho tersebut. “Kejadian dalam The Master adalah di luar kebiasaan manusia biasa,” kata Rozy. Acara yang baru selesai kemarin malam tersebut diikuti oleh puluhan pesantren di Jatim. Di antaranya adalah Ponpes Sidogiri (Pasuruan), Lirboyo (Kediri), Langitan (Tuban), Al-Khozini (Sidoarjo), PP Tanggir (Tuban), PP Gilang (Babat/Lamongan) dan beberapa pesantren kondang lainnya. Pudji Pramono, Communication Officer RCTI, pihaknya belum menerima keberatan yang disampaikan secara resmi dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) “Kita belum tahu detail berita itu. Yang pasti belum ada penyampaian keberatan atas fatwa itu kepada kami.

Seharusnya kan fatwa itu disampaikan kepada kami dulu atau melayangkan surat keberatan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Bukan tiba-tiba ke media. Kalau begini kita belum bisa tentukan langkah, KPI saja tidak menegur atas tayangan The Master. Padahal kan yang berwenang memang KPI,” jelasnya, Saat disinggung apakah isu ini akan menganggu jadwal tayang The Master, Pudji menjawab, “Enggaklah, kita patuhi KPI. Sekarang KPI beri izin, ya kami jalan. Kalau memang KPI berkeberatan, ya kita evaluasi.”

kalau menurut saya sendiri sich, selama para ulama berpikir pendek seperti itu para ulama di Indonesia gak bakalan ada yang pintar dan gak maju-maju, sekarang kita lihat aja buktinya, ada gak ulama yang pinter dan mumpuni, sangat jarang sekali, para ulama sekarang kebanyakan sibuk berpolitik makanya pikirannya mungkin picik. beda sekali dengan ulama jaman dulu alias JADUL, Ilmunya sakti-sakti lihat aja Walisongo.. bahkan mungkin kalo sekarang ada merekalah The Master Sejati. tapi saya juga ingin tahu pendapat anda, silahkan berkomentar di bawah!!!

8 Tanggapan

  1. Koreksi sedikit, ulama itu dikatakan ulama kalau yg bersangkutan itu memang benar-benar paham dan mengerti mengenai agama ini. Jadi kriteria seseorang disebut ulama (‘alim) adalah mengerti tentang Al-Qur’an dan sunnah sesuai dg pemahaman yg benar, bukan kriteria mempunyai kesaktian atau “keanehan-keanehan”. Justru kalau mempunyai keanehan-keanehan yg diaku-aku sebagai karomah sedangkan yg bersangkutan jauh dari nilai-nilai yg dianut oleh ajaran Islam, kemungkinan besar yg bersangkutan itu bukan ulama/wali Alloh, bahkan bisa jadi yg bersangkutan itu adalah wali Setan yg berusaha utk mengajak umat manusia utk mengikuti jejak-nya(Setan), yaitu membangkang dari Tuhan semesta alam, Alloh Azza wa Jalla.

    Wallahu ‘alam

  2. Menurut saya fatwa Ulama itu terlalu berlebihan, mereka tidak tahu bagaiman para magician belajar. Mereka menganggap aneh karena tidak belajar ilmu magic.
    Sebenarnya semua magic itu masuk akal. jadi jangan membuat fatwa seenaknya sendiri. Pelajari dulu baru buat fatwa.

  3. tolong jurinya demian /uya kuya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. ada ada aja ulama jaman sekarang
    kok gak sekalian smua acara da haramkan

  5. setiap orang berfikiran & berpendapat masing-masing
    mari kita hargai mereka……

  6. IYA BENAR KATA AVAN KITA HARUS MENHARGAI MEREKA JUGA.TAPI,MEREKA JUGA HARUS MENGHARGAI KITA.

  7. ya udahhhh tunggu aja fatwa mui.tapi,mnurut saya jurinya lepak abieszzzz maunya uya kuya sama cinta kuya kan keren.dari pada dedy no skilllll

  8. aku nggak setuju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: