Islam Agama Pengemis


Pengemis IslamIslam adalah Agama Pengemis dan peminta-minta itulah kiranya gelar yang cocok saya berikan buat umat Islam, dan mungkin orang juga pasti akan memberikan gelar yang sama (pengemis ) atau kalau perlu MURI memberikan penghargaan buat umat Islam dengan kategori agama pengemis.

Mengapa kami menyebut umat islam adalah agama pengemis dan mungkin islam adalah gudangnya pengemis yang berkedok minta sumbangan. Karena setiap saya jalan-jalan kemanapun dan dimanapun saya berada tak luput dari penglihatan saya, peminta-minta sumbanganyang memakai jilbab dan kopyah yang tak lain saya sebut adalah Pengemis. Dan itu adalah umat Islam.

Umat Islam adalah Pengemis yang berkedok minta sumbangan, baik itu sumbangan masjid, sumbanganyatim piatu, sumbangan hari besar islam dan masih banyak lagi yang lainnya seperti mengemis di bus dan angkot dan hampir di setiap musholla entah itu di mushoola bank, mushoola Rumah sakit, Musholla Mall saya sering menjumpai pengemis islam alias peminta sumbangan dan sepertinya kegiatan mengemis tersebut sudah terorganisasi, dan bahkan ada juga yang keliling Mall sambil meminta-minta sumbangan dan kita tahu sendiri bahwa kebanyakan penghuni Mall adalah orang China yang berbeda agama, apakah kita tidak malu mengemis kepada orang yang berlainan agama.

Mungkin Umat islam berdalih bahwa minta sumbangan adalah memberi kesempatan untuk beramal buat orang lain, tapi bagi saya semua itu tak ada bedanya dengan pengemis atau peminta-minta yang hidupnya di kolong jembatan. Dan mungkin saya lebih mengistimewakanpengemis yang ada di kolom jembatan dan juga pengamen, daripada umat islam yang selalu minta sumbangan karena dalam islam sendiri perbuatan mengemis (minta sumbangan) itu di larang, dan sangat tidak dianjurkan, dan hal itupun sudah tertuang dalam hadits yang artinya kira-kira sebagai berikut

”sesungguhnya tangan yang diatas (pemberi) itu adalah lebih baik daripada tangan yang di bawah ( peminta-minta).”

“Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudriy r.a. bahwa beberapa orang dari kaum Anshar meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW. kemudian beliau memberi mereka, kemudian mereka meminta lagi kepada Rasulullah SAW., Kemudian beiau memberi mereka lagi, kemudian mereka meminta lagi kepada Rasulullah SAW. kemudian beliau memberi mereka lagi, sehingga habislah apa yang beliau miliki, kemudian beliau bersabda: “Jika aku masih memiliki sesuatu tentu aku tidak akan menyembunyikannya dari kalian. Siapa yang menghindari dari minta-minta, Allah akan memenuhi kebutuhannya, siapa yang merasa cukup dengan pemberian Allah, Allah-lah yang akan mencukupinya, siapa yang berupaya untuk bersabar, Allah akan membuatnya bersabar, dan tidak ada anugerah Allah yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih besar daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari)”

“Demi Allah yang hidupku berada dalam genggamanNya! Seseorang yang mengambil seutas tali kemudian mencari kayu aker, lalu kayu tersebut diangkutnya diatas punggungnya, adalah lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada orang lain yang mungkin dia akan diberi atau ditolak.”(HR. Al-Bukhari).

“Sesungguhnya meminta-minta itu sama dengan luka-luka yang dengan meminta-minta itu berarti seseorang melukai mukanya sendiri. Oleh karena itu, siapa mau silakan menetapkan luka itu pada mukanya, dan siapa mau silakan meninggalkan, kecuali meminta kepada sultan atau meminta untuk suatu urusan yang tidak didapat dengan jalan lain.” (HR Abu Daud dan Nasai)

bahkan dalam suatu kisah Rasulullah SAW. Pernah merintih kesakitan sampai pingsan Karena belum makan, dan beliau tidak meminta-minta pada abu bakar (sahabat Rasulullah yang paling kaya dan sangat dermawan) padahal jika rasulullah meminta kepada Abu Bakar, jangankan harta nyawa akan dia pertaruhkannya.

Dari Hadits dan cerita diatas dapat di ambil sebuah pelajaran yang sangat berharga bahwa Islam dengan tegas menjauhi perbuatan meminta-minta. Jadi mulai sekarang wahai umat Islam di seluruh Indonesia hentikan sekarang juga perbuatan minta sumbangan dengan dalih apapun, kalau perlu pemerintah khususnya menteri agama atau MUI mengeluarkan Fatwa untuk merazia umat islam yang sedang beraksi dijalan alias pengemis jalanan.

Saya menghimbau buat umat Islam untuk berpikir kreatif dan Cerdas demi menghindari perbuatan meminta sumbangan alias pengemis jalanan, berpikir kreatif dan cerdas tersebut misalnya melakukan kegiatan pendidikan atau mengajar dengan membayarbiaya seikhlasnya dan biaya tsb di gunakan untuk pembangunan masjid atau lainnya, bagi kiai yang mempunyai ilmu lebih (sakti) bisa membuka praktek dengan membayar biaya seikhlasnya yang nantinya biaya tsb bisa di gunakan untuk hal yang bermanfaat. Dan jika terpaksa untuk meminta sumbangan hendaknya cukup taruh kotak amal tersebut di masjid atau di tempat-tempat strategis lainnya dan tidak perlu dgn melakukan aksi jalan alias menjadi pengemis, Bagaimana menurut anda ?

NB: TIDAK SEMUA ORANG ISLAM ADALAH PENGEMIS, DAN ISLAM BUKAN AGAMA PENGEMIS, TAPI UMAT ISLAM SANGAT BERBAKAT DAN MEMPUNYAI KEMAMPUAN HEBAT MENJADI PENGEMIS(MINTA SUMBANGAN DGN AKSI JALANAN). Terima kasih dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan di hati anda.

86 Tanggapan

  1. ok saya setuju dengan isi dari artikel anda,tapi saya sangat merasa tersakiti dengan judul dan pembuka yang anda tulis.apa anda sudah kehabisan judul untuk artikel anda ini…….
    kalau judulnya seperti itu maka orang2 non muslim yang membuka forum “BEBAS BICARA” bakal berkesimpulan bahwa agama kita adalah agama yang terinjak2.kalo mengenai isi saya sangat setuju!!!!!!!
    MOHON JUDUL YANG TIDAK MEMANCING PRASANGKA!!!!!!

    MOHON DIPERHATIKAN!!!!!!!

  2. nice artikel dan judul yang sangat eye-cathing, Mas agung tidak perlu sakit hati kalo nggak merasa anda yang dibicarakan dan faktanya begitu. Tapi kalo iya ya akui saja dan berbuatlah lebih baik tidak menjadi pengemis.

  3. saya mau mengomentari DJ mungkin yang lebih pantas mengakui kekurangan adalah anda,anda kurang bisa berfikir panjang dalam menentukan yang baik n yang kurang.saya hanya mempermasalahkan judul bukan isi juga saya bukan pengemis tapi saya gak rela agama saya di tafsirkan agama pengemis sekarang apakah anda rela kalo saya menyebut anda adalah orng yang kurang bisa membedakan mana yang baik mana yang gak… alias PILON!!!!!!!

    • saya sebagai seorang muslimah sangat sakit ketika membaca artikel ini…
      memang benar meminta-minta itu dilarang dalam agama Islam..
      tapi bukan berarti hanya karena anda melihat pengemis berjilbab lalu anda mengeneralisasikan bahwa agama Islam adalah agama pengemis..
      kalau anda sendiri bisa menemukan hadis2 yg melarang meminta-minta tapi kok bisa memberi judul senista itu? anda bisa dituntut orang-orang islam loh.. anda bisa dituntut mencemari nama baik agama islam…
      pikiran yg sungguh amat pendek…

  4. tolong ganti judul artikel anda!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Saya juga setuju dengan artikel Anda.Tapi.. Maaf… judulnya bisa diganti ga? Sensitif judulnya…🙂
    Itukan orangnya “MUSLIMNYA” bukan AGAMAnya…
    Jadi agamanya jangan yang dibawa-bawa…
    Itukan suatu pilihan dari MANUSIAnya sendiri, ketika ia lebih memilih “meminta” daripada “meminta”. Dan Allah dan Rasulnya juga tak pernah memaksa kita untuk melakukan suatu hal. Yang saya tahu kita dibebaskan dan dimemerdekan untuk memilih dalam hidup ini, karena nanti juga ada pertanggungjawaban di pengadilan Allah…
    Yang jelas kita harus saling mengingatkan. Dan meneladani akhlak Muhammad,karena sebaik-baiknya teladan adalah Muhammad, contohnya seperti apa yang ditulis di artikel anda…
    Ketika ada keburukan atau pun kejelekan yang berada di depan mata kita. Silahkan bagi siapa saja tuk mengingatkannya. Dan yang lebih baik lagi kita “evaluasi”
    sendiri, dan perbaiki kualitas keimanan kita…
    Seadil-adilnya seorang “hakim” adalah ALLAH…

  6. Katakan saja… saya masih begitu banyak tidak mengetahui tentang agama ISLAM…
    Tapi, dengan sedikitnya ttg agama Islam yang saya ketahui, saya bisa mengatakan ISLAMnya “INDAH”…

  7. oke.. deeh… siiip.. !!!

    ga ada yang salah ber”speak-speak” kok di forum ini…🙂

    bebas menentukan apa yg dipilihnya…
    🙂 🙂 🙂

  8. Namaya juga judul topik mbak, namanya judul itu kan harus dapat menarik / merangsang minat seseorang untuk membacanya, setelah terpancing membaca artikel tsb kan bukan masalah judul lagi tapi isinya yang berpengaruh, kalau kata TUKUL “Dont Look The Book Just From The Cover” jangan lihat sesuatu dari cover tapi isinya ” atau secara gampangannya Iklan harus dapat menarik pembeli… jika ada yang salah atau tidak suka saya mohon maaff, thanks atas masukannya

    • judul boleh menarik, tapi tidak boleh menyakiti pihak mana pun…!! saya rasa banyak yang sangat tersakiti…termasuk saya…sakit sekali…semoga Allah mengampuni..

      • EMG SIALAN YANG NULIS LEBIH GAK PUNYA OTAK UNTUK MEMILIH JUDUL YANG MENARIK….
        KLO BLH TAU AGAMA LOH APAAN SICH BISA2 LO MENULIS KATA2 YANG MEMBUAT ORANG DAN SELURUH UMAT ISLAM TERSAITI… ?!!!!!

  9. Buat mas yg punya blog ini, dengan hormat dan sangat saya mohon, saya sebagai umat Islam meminta agar Judul Topik ini dirubah, Saya tidak memaksa, tapi mohon dikaji ulang.

    saya senang dengan artikel anda, tapi mohon, judulnya dirubah ya mas.

    “Ucapkanlah yang baik”

    suganux@gmail.com

  10. satu lagi ….
    “secara gampangannya Iklan harus dapat menarik pembeli”

    mau jual agama?

  11. Jual Artikel Mas, Maaf ya mas, thanks

  12. it’s ok saya setuju dengan khabibkhan memang beber iklan aau sebuah judul harus merangsang mata para calon pembeli or pembacanya…….

    tapi betapa piciknya anda kalo anda ingin tulisan anda di baca banyak orang,lalu anda mengorbankan agama ISLAM.berarti bisa diambil kesimpulan begitu mudahnya orang menghalalkan segala cara agar mendapat perhatian…

    hingga nilai2 dan kesakralan agama dipertaruhkan bahkan di injak2………

    saya ucapkan selamat atas keberanian anda menhina agama ALLAH!!!!!!!!!!!!!……..🙂

  13. ass.w.w.
    judul artikel anda bagus untuk jahudi dan nasrani….untuk disebarluaskan ke ummat islam.
    sayang sekali anda terbawa emosi ketika membuat judulnya, tidak berfikir panjang kalaulah kebenaran yang anda lihat sehari-hari itu bukanlah kebenaran yang mewakili seluruh ummat islam di dunia ini. memang benar banyak pengemis dari ummat islam tapi itu hanya segelintir dari miliyaran dan agama lain juga ada yang jadi pengemis.
    lebih bijaksanalah dan lebih arif kalau ingin memperbaiki ummat ini, jangan memperkeruh yang ada.
    salam,
    buya degara

  14. JUDUL YANG MENARIK, itu saja yang saya komentarkan. Saya menemukan blog ini dengan googling dengan kata kunci “PENGEMIS ISLAMI”. Karena beberapa hari ini (Seminggu sebelum lebaran) saya sangat dikecewakan dan merasa sangat terganggu oleh hadirnya pengemis islami. Manusia berpeci hitam, berbaju lengan panjang warna putih, bercelana panjang, berambut agak gondrong dengan muka sangar yang melolongkan asalamualaikum berkali-kali dengan keras, hingga mengganggu seisi rumah yang tengah beristirahat.
    Tak jarang dia menggedor-gedor pagar, memaksa penghuni rumah keluar. Anehnya, di bulan puasa ini, makluk jelek itu justru tidak berpuasa, karena kulihat dia sedang merokok. Benar-benar yang islami hanyalah cara mengemisnya. Tapi saya menganggap orang itu lebih hina dari pada “pengemis beneran” yang bener-benar miskin karena tak kuat bekerja, dan mengemis itu menjadi satu-satunya jalan keluar untuk menyambung hidupnya. Orang berpeci hitam itu pengemis, pemeras sekaligus preman (karena akan marah dan mengumpat kalau ditolak atau cuman dikasih uang receh), penipu (karena mengatasnamakan pondok pesantren atau panti anak yatim) walapun letak pondoknya sangat jauh dan tidak masuk akal. Sang Pengganggu ketenteraman ini (kalau tidak boleh dikatakan teroris) beroperasi dari rumah ke rumah sambil membawa tas yang berisi proposal mengemis. Saya tidak tahu, darimana laskar pengemis itu berasal, dan bagaimana dia mengorganisasikan diri, bagaimana dia membentuk organisasi. Yang saya pasti tahu, kedatangan pengemis islami itu telah mengganggu ketenteraman saya dan seluruh penghuni perumahan yang pernah berurusan dengan makluk jelek laknat ini. Terserah kalau kalian terus-terusan membelanya, semoga Allah menggolongkan kamu bersamam dengan orang-orang ini.

  15. angkat topi buat yang menulis artikel ini, jarang sekali saya membaca tulisan semenarik ini, biasanya kita sebagai umat islam sangat kurang peduli pada masalah yang dianggap tdk penting,padahal jelas sekali di Qur’an (cuma suratnya saya lupa) mengatakan ” janganlah kalian menjual akhirat untuk keduniaaan” . seperti pengamatan saya sejak kecil : saya selalu melihat banyak oknum yang menjadikan pesantren sebagai alat untuk mencari uang (baik itu ke pemerintahan, masyarakat ataupun ke perusahaan-2) padahal dilembaga pesantren yang dipimpinnya tidak memilik satupun santri yang mereka jadikan alasan untuk meminta sumbangan. dan yang lebih tragis lagi, harta yang dia dapat dengan cara semi penipuan ini dipake pamer, juga untuk bersolek anak dan istrinya, tanpa menghiraukan tetangga sekitarnya yang umumnya hidup dalam kekurangan. dan yang aneh lagi sewaktu dia sempat mendengar bisik-bisik para tetangga, dengan nyamannya dia berkilah : bahwa kalau kiyai berhak meminta sumbangan. apa ya hukumnya kejadian tersebut.
    Pada para pembaca mohon tanggapannya tentang kebingungan saya ini.

  16. Artikel bagus,tapi jangan dikotori dgn judul yg provokatif dong mas! Saya bukan membela pengemis,yang saya bela agama saya. Jadi, tlong kaji ulang judulnya.
    Pernah dger pengakuan Hj Irene Handono? Bliau mengatakan,banyak pengemis beratribut islam,tapi digaji org non islam yg ingin memperburuk citra islam.
    Kalau anda bersikeras memakai judul tsb hanya karena ingin dibaca isinya,mgkin bs saja anda suatu saat menggunakan judul yg sexy atau berbau pornografi utk jual artikel anda.

    • @Joko–> Comment yang cukup bagus, thanks

      • mas, banyak yang komment minta diganti judul tapi kok tetep ga diganti sih…
        jangan nunggu gunung meletus..

  17. artikel anda bagus, didasari dengan latar belakang yang kuat, tapi jujur, saya tersinggung dengan judulnya, walaupun anda bermaksud untuk menggunakan ke sakralan suatu agama (agama manapun akan tersinggung) demi kepentingan kepopuleran blog anda, saya kira anda tidak bijaksana, saya bisa lihat anda orang yang berpendidikan dan bisa memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk, sama saja seperti men-judge bahwa keluarga anda adalah keluarga pelacur padahal yang pencuri hanyalah ibu anda misalnya (no offense hanya perumpamaan), bagaimana pendapat anda? bagaimana jika saya membuat judul sebuah artikel sperti “keluarga …. adalah keluarga pelacur” padahal hanya 1 orang yang pelacurnya! bagaimana dengan anaknya yang membaca? dan bagaimana jika artikel anda ini dibaca oleh orang yang tidak bertanggung jawab? ayolah sedikit bijaksana, ini masalah agama mas, sensitif, saya yakin orang jenius seperti anda pasti punya banyak ide di kepala anda untuk mencari jalan lain mempopulerkan blog anda ini.
    wass..

    • Terima kasih atas sarannya, akan saya pertimbangkan lebih lanjut, habis kalo gak diginiin gak akan ada perubahan, sekarang aja bukan malah berkurang malah bertambah banyakkkkkkkk tuh pengemis dari remaja masjid dan tidak ada berhentinya

      • bisa bedakan kan mana yang pengemis ama pengumpul amal jariyah?????
        jangan generalisasi…!

    • mas awan bener bgt…kita harus bisa membuka mata dan hati buat nerima kritikan orang lain, jangan cuma nganggep apa kata diri sendiri yang paling benar

  18. saya setuju banget dengan mas ini, jengkel saya juga liat yang begituan dan ga jelas juntrungannya, jadi malu-maluin juga kan, apa lagi sampe mas ini men judge berkesan the “whole” moslem ( like in Indonesia) are ophrans, brarti si mas ni udah ngerasa jengkel banget kan sama pengemis-pengemis itu. saya bisa bayangkan kekesalan yang sedemikian rupa hingga membuat artikel yang seperti ini, ini pukulan untuk umat muslim agar kita bisa benahi kembali umat ini dan tentu saja mulai dari diri sendiri.
    wass..

  19. Assalamualaikum..

    judulnya agak mengerikan, tapi isinya cukup menampar kita untuk MELEK tentang meminta2. saya setuju dengan pendapat antum. tapi bisa minta solusi??

  20. Mas yang ganteng. menurut anda ” Islam adalah agama pengemis “. Agama anda Islam? berarti anda juga pengemis. Jika anda orang islam kenapa mengaggap islam sangat rendah? kenapa anda mencela Islam?. Jika ingin tulisannya banyak yang baca, apa harus memuat judul yang mencela islam. tak lain halnya seperti orang nasrani dan yahudi yang suka mencela dan menghina, bahkan menganiaya umat islam.

    Apakah anda sudah menjadi kaya?
    Atau apakah anda juga pernah menjadi miskin?
    jika anda kaya, mengapa anda mencela mereka yang meminta2. Apa ada hak, anda mencela mereka?.

    Saat ini anda menulis judul ” Islam adalah agama pengemis “. Memang ajaran rasul dan firman Allah ” tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah ” dan meminta – meminta adl perbuatan tercela. namun bukan hak kita untuk mencela mereka.

    Apakah hari ini anda sudah bersedekah?
    tentunya, pasti belum.
    bukannya berprasangka. namun kenyataan sesuai dengan emosi yang anda tulis. ” Anda tidak suka pengemis “.

    Apakah anda tidak suka kehadiran pengemis?
    jika tidak suka, sedekahkan sebagian dari harta anda untuk mereka biar tidak jadi pengemis, carikan mereka pekerjaan. buatkan mereka rumah. begitu lebih baik untuk anda.

    Apakah anda sudah merasa kaya ?
    Tidak. saya jawab tidak meskipun jawaban anda ” Iya atau tidak “.
    Karena anda belum bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan ( peminta – peminta itu ). ingat Allah juga memerintahkan kita untuk berbagi, bersedekah kepada mereka yang memerlukan, ya pengemis, fakir miskin, yatim piatu.

    Evaluasi kembali terhadap apa yang anda tulis di blog anda!
    Jangan sepotong – potong memahami ayat2 Allah dan hadits rasul saw.!
    Luruskan lagi ibadah anda kepada Allah, sampai anda merasakan ” bahwa anda telah berbuat kesalahan/ dosa telah menodai agama Allah “, lakukan perbaikan. hapus semua judul yang berkaitan dengan penodaan terhadap agama Allah.
    terimakasih.

    • Terima kasih aja dech

    • @agus riyadi–>terima kasih aja dech komentarnya, gua lagi males nanggepin

    • mas agus riyadi beneeeer banget… setujuuu banget… sebelum kita berpendapat tentang orang lain, kita harus berkaca kepada diri kita sendiri…bukan begitu?

  21. @Semuanya–> Bagi yang ingin sumbangsi mengganti Judul Silahkan Ditulis di bagian Komentar–>Terus Terang saya bingung mau diganti juddulnya ato nggak, Coz yang mengkomentari ada yang pro dengan judul artikel diatas, saya akan langsung ganti jika semua komentar kontra dengan saya. Thanks, dan mohon maaf sebelumnya

    • Lha sampeyan sendiri pro ato kontra mas?kok malah bingung sendiri. Ini tulisan anda sendiri bukan titipan orang lain kan. Kalo ada pahala atau malah bikin dosa ya anda sendiri yang nanggung. Ato mau berbagi? gitu aja koq repot….

  22. ass..saya setuju ma artikelnya, tp gak setuju ma judulnya!!!!!
    maaf numpang lewat….

  23. busyet judulnya provokatif bangettt….ganti aj mas

  24. Sesungguhnya dengan meminta-minta kita telah merendahkan derajat kita sendiri. Ya, benar, Rosul sangat membenci perbuatan tersebut. Namun jangan lupa bahwa sesungguhnya apabila ada orang-orang disekitar kita yang kesulitan dan anda hanya diam saja sudah barang tentu anda juga salah. kita tidak boleh memaki pengemis, Rosulpun juga sangat membenci hal tersebut, entah mereka berpakaian muslim atau tidak.
    Kalau anda risih dengan kehadiran pengemis, berarti percuma kalau anda berpikiran senang berbuat baik kepada orang lain, bukankah dengan adanya pengemis maka anda bisa bersedekah?. Lalu buat apa semua ayat dan hadist yang mengajarkan kita untuk bersedekah dan berderma. Kalo anda emang berniat (menggebu-gebu) menghapuskan pengemis, sedekahkan semua harta anda (ikhlas?) hingga semua pengemis bisa hilang dari muka bumi ini. Tapi nanggepin tulisan orang aja anda males, apalagi mo nyedekahin semua hartanya?he…
    Tolong anda ganti judul artikel anda sekarang juga. Islam bukan agama pengemis. Namun agama yang mengajarkan kasih sayang kepada para peminta-minta. Jikalau semua orang di dunia ini mengamalkan Islam secara kaffah, saya yakin tidak ada pengemis di dunia ini. Mengurangi kemiskinan bukan dengan cara menghujat para peminta/pengemis seperti anak kecil, namun dengan menasehati saudara kita yang lebih rejekinya agar berbagi dengan yang lain dan yang berkurangan agar terus berusaha. Tapi sebelum itu mulailah dari diri anda sendiri.
    Mereka meminta-minta bukan karena keinginan mereka. Cobalah anda bertanya kepada mereka, apakah mereka memang ingin menjadi peminta-minta(sudah belum , sebelum anda menulis artikel ini?)
    Sekali lagi tolong koreksi tulisan anda ini. Kalau ngga bisa ya mending dihapus sekalian.

    • Artikel ini adalah sindiran, dan bukan cacian, orang yang bijaksana harus mau disindir atau dikritik demi terciptanya sebuah kebaikan, dan artikel disini saya tulis karena saya sangat malu terhadap saudara-saudara kita yang sudah menggantungkan hidupnya dengan menjadi pengemis, untuk menghliangkan pengemis bukanlah tugas saya karena saya juga orang miskin dan tidak mau mengemis, seorang pengemis yang dikasih sedekah malah akan semakin ketergantungan hidupnya kepada orang lain, dan tidak mau berusaha, saya lebih suka bersedekah kepada orang miskin tua renta yang jualan dijalan-jalan, menghapuskan pengemis adalah tugas pemerintah yaitu dengan memberikan penyuluhan serta pelatihan ketrampilan. dst …… to be continued,…

  25. Mungkin mas salah kalau judul tulisan ISLAM ADALAH PENGEMIS buat saya adalah KESALAHAN BESAR artinya JIKA TULISAN ITU DIARTIKAN BERARTI SELURUH UMAT MUSLIM ADALAH PENGEMIS !!!!! KALAU ANDA MUSLIM BERARTI ANDA DAN SAYA TERMASUK DIDALAMNYA TAPI SAYA TANYA ANDA APAKAH TERMASUK ORANG YANG MENGEMIS JUGA UNTUK MELAKUKAN PERMINTAAN SUMBANGAN ??????

    Jadi seharusnya anda bisa memilah judul, Istigfhar mas ga boleh begitu, Yang melakukan itu adalah sebagian kecil dari Pemeluk atau yang menyaru BUKAN ISLAMNYA….

    Saya sanksi anda seorang Muslim melihat tulisannya seperti ini…

    Tapi jika anda tidak mengganti judul diatas ga masalah karena setidaknya telah menunjukkan bahwa agama yang anda anut adalah AGAMA PENGHINA …..

    Mari kita bijak melihat sesuatu hal jangan dari satu sisi tapi sisi lainnya terus penggunaan kata agar diperhatikan toh anda orang indonesia yang pernah belajar Bahasa Indonesia tentang bahasa yang mengandung pengertian Jamak dan Tunggal…..

    • Sekali lagi saya tekankan Islam adalah agama yang sangat Mulia dan satu-satunya Agama yang Benar Dimuka bumi ini, jadi saya sangat gak rela dikotori oleh oknum-oknum yang pake attribut islam untuk mengemis (meminta sumbangan). Anda boleh saja kok mengatakan saya pengemis saya tidak tersinggung sama sekali, karena alhamdulillah saya pantang mengemis dan bukan pengemis, Islam adalah Agama Pengemis, mengapa saya mengatakan demikian, to be continued………

  26. Makin banyak yg marah dan sakit hati tuh..

  27. Artikel yang bagus, namun sayang Judul dengan Isi artikelnya luput dari korelasi. Intepretasi judul yang ambigu memang menarik perhatian, namun kiranya akan lebih pantas judul tersebut diganti dengan sebuah kalimat yang tidak menyakiti perasaan orang lain. Jangan seperti infotainment yang menjual sebuah berita dengan melibas perasaan seorang manusia.

  28. “Boleh-Boleh Aja sich Mengcopy Asal dengan menyertakan link sumbernya http://www.khabibkhan.wordpress.com Biar lebih bijak gitu lhoo..”

    keknya tulisan yg ini gak bijak… akan lebih baik jika menggunakan tata bahasa yg lebih “BIJAK”

  29. Dari isi materi dan argumentasi , it’ s OK !
    Tetapi dari judul tulisan, mungkin akan lebih indah dan bijak jika judul di atas diganti dengan yang lebih santun.

    Salam,

  30. mas, saya punya ide nih. bagaimana kalau judulnya diganti saja jadi “APAKAH BENAR ISLAM ADALAH AGAMA PENGEMIS?”
    terus terang saya setuju dengan isi tulisan njenengan ini, tapi ga suka kalau saya dianggap pengemis, karena saya adalah Islam mas.

    • Oke Mulai Hari ini, Tanggal 16 July 2009, Judul saya ganti menjadi KENAPA UMAT ISLAM HARUS MENJADI PENGEMIS, tapi mohon maaf judul yang sebenarnya tidak saya ganti biar tau asal muasal perdebatannya

      • Ngga bakal broken link kok mas… tinggal sunting trus ganti judul hehehe…

      • biarin aja la mas…, emang sengaja digituin biar semua orang tau, asal muasal judulnya dan awal perdebatannya, he he he …

  31. kowe gendeng ngaku wong muslim tapi ngejelekin orang yang belum tentu salah dimata Allah, kowe persis pemikiran orang kafir yang selalu ngatain orang Islam Miskin, sadar dan taubat ingat belajar lagi kitab kitab biar terbuka pikiran picik kowe

    • andalah orang kafir seseunggunya…karena bisanya marah-marah doang tanpa memberikan solusi, tul gak…???

      • Itulah salah satu sifat ummat Islam bahkan sifat pada umumnya setiap manusia bila ada yang dilecehkan maka yang lain akan marah. Lihat banyak yang ditangkap, di penjara, dibunuh karena melecehkan bos, pemerintah, presiden. Itu namanya manusia sesama manusia. Nah disini yang dilecehkan adalah Agama suci dari pada Agama yang Lain karena Islam adalah Agama yang diridhoi oleh-Nya hingga akhir zaman yang di peluk dan diyakini oleh ummat yang baca tulisan ini.

        Ummat Islam pasti akan bergolak sesuai dengan kemampuannya, jika tidak mampu dengan aksi, maka dengan kata2, jika tidak mampu dengan kata2 maka cukup dengan dalam hati, dan ini adalah tingkat Iman yang paling rendah.

        Wajar kalau sdr ummat Islam akan berang, bila salah satu sdr yang lain di injak2, wajar bila Agamanya di hina oleh orang lain dia akan membela.

        Disini sdr2 yang lain telah memberikan kritik secara santun tetapi Anda masih keras kepala, maka tidak salah juga dengan sdr yang lain berang….

      • tenyata anda masih belum paham dan cara berpikir anda cuma segitu saja, yo wes lah

  32. Sudah banyak yang mengkritik judul tulisan yang membuat sakit hati ummat. Caci maki adalah perbuatan setan/iblis laknatullah termasuk judul iklan ini secara sadar atau tidak sadar. Dengan senjata bebas bicara yang Anda pake Anda sebagai pemuda/generasi yang mungkin berpendidikan telah mengejek. Sama dengan senjata2 kaum Islamophobia seperti kebebasan berbicara dan berpendapat, HAM, demokrasi, blabla yang digunakan khusus pada ummat Islam, tetapi buat pengusungnya itu tidak di pakek sama sekali.
    Kalo memang Blog ini sebagai semboyan Bebas bicara di tambah education mestinya dengan kritikan2 seperti teman/sdr2 yang lain dapat mendidik Anda menjadi dewasa.

    Apa bedanya Anda (yang keras kepala) dengan para pejabat pemerintah, yang mana sudah di tunjukkan bukti masih belum mengakui, sudah diturunkan oleh Rakyat tetapi masih keras kepala, sudah di kritik tetapi masih …..

    • terserah apa kata anda

  33. isinya sih ok mas, tapi judulnya terlalu provokatif bahkan terkesan melecehkan Islam. Jangan meng-generalisasi umat Islam sebagai pengemis.
    Saya mohon sampean bersedia mengganti judul dan sebagian isi tulisan ini.

    • UDAH DIGANTI KOK MAS, DIBAGIAN KOMENT

  34. Wah judulnya lom diganti!!!! ganti mas, nggak akan terjadi broken link kok!!! klo perlu postingan ini dihapus sekalian, cos terlalu menyakiti umat muslim dengan judul demikian!!!! Islam bukan iklan! tapi agama…… HIDUP ISLAM

    • tolong dibaca semua koment-koment yang ada…

    • ANGGAP AJA UDAH DIGANTI, MESKIPUN DIBAGIAN KOMENT

  35. Habib adalah orang Islam
    Habib adalah pengemis
    Jadi, Islam adalah agama pengemis.

    Sungguh, kesimpulan yang sangat tidak logis! Tidak nyambung.

    • KOK SEMUA ORANG PADA GAK NGERTI MAKSUD SAYA YA ?…,SAYA MENULIS ARTIKEL TERSEBUT KARENA SAYA MERASA DIRUGIKAN SEBAGI ORANG ISLAM, SAYA MERASA MALU DAN SANGAT MALU SEKALI MELIHAT SAUDARA-SAUDARA SAYA SESAMA MUSLIM MENJADI PENGEMIS. SEMENTARA PIHAK-PIHAK YANG PUNYA KUASA TIDAK MENGAMBIL TINDAKAN YANG BISA MENGHENTIKAN UMAT ISLAM UNTUK TIDAK MENJADI PENGEMIS. APAPUN BENTUK DALIHNYA MINTASUMBANGAN BUAT MASJID, MEMBERI KESEMPATAN ORANG LAIN UTNK BERSEDEKAH, SAYA TETAP MENYEBUTNYA ADALAH MENGEMIS, KARENA YANG DIPRAKTEKKAN ADALAH MEMBAWA KOTAK KEMANA-MANA UNTUK DI ISI DENGAN UANG ( SAMA SEPERTI PENGAMEN DAN PENGEMIS YANG SEDANG MEMINTA-MINTA DI JALANAN).

      • Saya pikir, justru sebaliknya Anda yang tidak mengerti dengan semua koment dari saudara2 disini. Bukankah banyak yang mengatakan isi tulisan ini benar adanya. Pemikiran Anda berputar2, satu sisi Anda untuk menarik pengunjung dengan membuat judul yang memang menarik pengunjung terutama kaum Muslim meskipun dengan “segala cara dihalalkan”.

        Saya dan semua ummat pasti akan merasa dirugikan bila Agama dijadikan suatu alat untuk memperlancar tujuan meski tujuannya salah, seperti partai Islam menjual nama Agama Islam padahal dalam kehidupan kepartaian tidak mencerminkan keIslaman akibatnya akan tertanam oleh ummat bahwa Islam memang begitu adanya tidak apa-apa, sama halnya dengan peminta-minta/pengemis yang Anda benci. Dan begitu pula hal yang lain mengatas namakan Islam khususnya.

        Kenapa Ada Pengemis/Peminta2, serta Apa penyebabnya
        Anda perlu membaca banyak hal, “bukan menyalah2kan pihak lain” tetapi dalam urusan bermasyarakat dan bernegara hal ini (kemiskinan, kebodohan, dll) yang mempertanggung jawabkan adalah Pemerintah. Pemerintahlah yang membuat Rakyatnya seperti yang terjadi saat ini, sepatutunya pemerintah yang harus dipersalahkan. Sudah banyak pembongkaran2 rahasia pemerintah dalam negeri dan luar negeri. Anda coba baca tentang program pemiskinan, pembodohan oleh negara adidaya, zionis, barat kepada negara ketiga. Referensi saya baca buku Jerry D. Gray (mantan maintenance pesawat tempur AS yg telah berada dalam pelukan Islam, De. Wang Xiang Jun, Ph.D, duh…mungkin saya terlalu jauh melenceng dengan masalah ini tetapi ini bagi saya ada hubungannya dengan tulisan Anda.

        Dan satu lagi, Kebetulan Anda ini berada di negara Indonesia yang memang mayoritas Penduduk Muslim terbesar didunia, sementara negara kita adalah sasaran Barat semenjak awal penjajahan. Anda mungkin harus jalan2 ke AS, dimana negara yang dijuluki Paman Sam/Adikuasa dan mayoritas Kristen tetapi disana juga banyak rakyatnya yang miskin, peminta2, tinggal di kolong jembatan.

  36. Sdr Khabibkhan yang baik,
    Ada beberapa masukan saya.
    1) Ada banyak persyaratan dalam blog WordPress, dan tanpa ingin intervensi, sebenarnya memasang iklan adalah tindakan yang tidak diperbolehkan oleh WordPress.

    2) Dari segi judul… saya hanya menyarakan untuk menggunakna judul lain, misalnya Oknum Islam yang Suka Pengemis.
    Pola pikirnya seperti ini:
    Sebuah pohon mangga pada musimnya memiliki 200 buah mangga. Namun karena cuaca dan ulat, maka sebagian buah tersebut membusuk karena ulat dan lain hal. Namun, sebagian besar buah lainnya sangat baik dan tidak busuk.
    Jadi, logikanya adalah hanya ada sebagian buah mangga yang busuk, bukan pohonnya kan?
    Begitu juga kasus ini.
    Terima kasih.

    • setuju, akan tapi sebenarnya sudah dari dulu dalam hati saya mengatakan bahwa tidak semua orang islam itu pengemis, hanya para komentator saja yang udah marah meledak-ledak, tapi buat saya sich terserah mereka aja melihat dari sudut pandang mana……!

      • saya pernah nulis status di sebuah jejaring sosial. dah lama banget… kira2 begini “Pada rame-rame berdoa di Masjid Agung semarang biar dapat pahala.. tapai saya nggak punya ongkos, jadi… saya nggak dapat pahala dong”

        Ternyata ada yang naik pitam sampe dikafirken sgala… hahaha….😀😀

        menanggapi tulisan ini…. sebetulnya nggak terlalu masalah buat saya… hanya semacam kritikan lah… kadang memang perlu judul sedikit menyentil… hehehe…😀😀

        Saya percaya maksud anda tidak untuk melecehkan… dan saya percaya dengan niat baik anda, jadi…. sejauh ini gak masalah bagi saya…

  37. Ya Allah…. Astaghfirullahal ‘adziiii..m. Judulnya kok Provokativ banget sih. Mbok ya judul yg cerdas dan mencerdaskan, bukannya kers menjerumuskan spt ini.

    Oke, agar tak asal protes, saya usul judul, sbg berikut:
    1. TANGAN DI ATAS LEBH BAIK DARI PADA TANGAN DI BAWAH.
    2. MEMBANGUN DENGAN KEKUATAN SENDIRI.
    3. HALAL NAMUN TIDAK BAIK, SEBUAH DILEMA CARA PENGGALIAN DANA.

    • terlalu biasa dan gak berbobot judulnya mas, thanks

    • oke,q stuju bget dgn apa yg qm ktakn’.gmana klo judul’y itu TANGAN DIATAS LEBIH BAIK DARI PADA TANGAN DIBAWAH,biar orang2 yg Pelit bisa sadar bahwa bagian hartanya ada jg harta orang lain

  38. oke mas setuju kalau judulnya dirubah !!!!!!!!!!!!!!
    suatu contoh salah satu pabrik MOBIL menciptakan produknya sebagai sarana tranportasi ,soal mobil tersebut dipergunakan untuk kegiatan perampokan ,bom bunuh diri ,tempat aktivitas narkoba dsb…dsb…,masak pabrik mobil tersebut harus diumpat bahkan dihentikan kegiatan produksinya …kan anehhhhhhhhhh….

  39. lho kok anda memancing kekeruhan, siapakah anda yang sesungguhnya. Terus terang saya sangat terhina. saya sendiri beragama islam, anda??????? karena setau saya kita tidak boleh menjelekkan sesuatu karena itu perbuatan dosa, bukankah semua sudah diciptakan dengan sempurna. JANGAN DI JAWAB TERSERAH… Sekarang anda mau apa dengan menulis seperti itu.

  40. saya setuju dengan saudara khabibkhan, tidak hanya setuju tapi sangat setuju, karena saya merasa sangat dipermalukan oleh orang islam yang suka meminta sumbangan, dan kebanyakan maksa lagi..
    bagi yang tidak setuju dengan saudara khabibkhan berarti dia adalah salah satu orang islam yang suka meminta-minta sumbangan alias ngemissssssss

  41. kepada samuwah di manado ciyum

  42. mana saya eliya tolo kasi saya nomor tepon karena saya di sini keratis

  43. sesak dada saya baca judul ,dan baca tahap awal ini artikel, sungguh membuat saya berang
    tapi setelah kebawah dan akhir baca memang saya setuju, kebanyakan dalih mereka seperti itu, dan kebanyakan dari mereka juga Islam KTP doang.
    Dan mereka juga saya rasa tidak mengenal islam, sungguh sebenarnya saya juga prihatin tapi juga geram sebab banyak cara mereka yang tidak manusiawi, dari meminjam anak2 kecil dibawa2 segala.

    Tolong ganti Judul artikel ini Mas, buat orang yang gak hobi baca sampai tuntas, bisa buat geram mereka mendengarnya

  44. banyak sekali bahasan yang lebih berbobot dari bahasan anda ini… kkok bisanya dibilang islam agama pengemis… yang mengemis itu bukan agamanya tapi si pelakunya…

  45. mungkin mrk yg geram disini shrsnya baca sec keseluruhan, mengerti apa maksud n 7an serta sa2ran yg ingin penulis capai, misalnya dalam meluruskan ajaran islam truss harus berpikiran positif jgn terbawa emosi. Nabi aja ga pake emosi/pake geram-geraman walaupun dihina.
    Buat yg suka kegeraman n emosi2an belajarlah ut bersabar, baca donk NB: artikek diatas.
    Salut wat mas khabibkhan, slmt berjuang di jln yg benar mas

  46. Ehm, dr segi judul i2 bsa membuat k0ntroversi lho dg org2 islam tp isinya emank bener. . Realx kejadian seperti itu memang banyak. . Yang aku heran rata2 meminta sumbangan amal untuk memperbaiki masjid pdhal aku rasa masjid yang ada cukup layak huni dan kenapa sumbangan hanya untuk berlomba2 membangun msjid supaya bguz pdhl justru pengh!mpunan dana seperti i2 bsa di lakukan untuk hal yg lebih bermanfaat. .dan manfaatx jg ga hanya untuk jangka pendek. .tp sampai jangka panjang

  47. tipikal muslim kalau dikritik gak pernah menerima. ini mungkin awal kemunduran kita, agama besar dan mulia tapi masih dalam nostalgia.

  48. Judul artikel anda “Islam Agama Pengemis”. Jika dikaji dari judulnya; 1. penulis blog ini non-muslim (yahudi atw nasara). 2. penulis blog ini jika muslim, sama halnya dengan pengemis Islami ataw bisa jadi Islam KTP doank. (mengaku beragama Islam tapi menghina agama Islam, persis kanibal; manusia pemakan manusia. Mengaku manusia padahal Iblis). “Jika diumpakan sebagai seorang cleaning service, ketika membersihkan lantai malah pakai lumpur dengan kotoran.”

  49. Jika memang memungkinkan untuk mengganti judul, saya sarankan satu judul yang mungkin pedas tapi tidak sepedas judul anda. “AGAMA ISLAM SARANG PENGEMIS”

  50. setan U
    kau adalah termasuk orang yang dholim kpd allah
    u akan masuk neraka yang pedih

  51. kalau gitu payah amat aliran ini yaa !?

  52. Waw…judul’y serem bgt…
    Jjr ane sbgai pngmis tdk stuju kl agama di kaitkan dngan pngmis, wlwpun pda knyataan’y pngmis bragama islam..
    Tp sy brharap untk tdk membawa bawa agama,, toh bnyak tmn sy sesama pngemis yg bragama hindu dan kristen namun mreka memakai krudung, sy prnah brantem sma mreka, hanya gara2 menegur’y. Sy bilang “km non islam mengemis menggunakan atribut islam”
    tp mreka gk trima, malah bicara soal hak…
    Itu yg sy tau,, jjr sy jdi tanda tanya.??
    Yg mnulis artikel ini bragama apa??
    Islamkah.??
    Nasranikah.??
    Yahudikah.??

    • justru karena pengemis-pengemis islamlah(peminta sumbangan) yang terlalu bodoh, sehingga dimanfaatkan oleh orang agama lain untuk mengemis dengan memakai atribut islam, jadi sebenarnya orang islam tidak nyadar kalau telah memberikan kesempatan buat agama lain untuk menjatuhkan islam, yaitu tadi bukan islam tapi mengemis dengan memakai atribut islam, coba saja kalau mui bersifat cerdas dengan mengeluarkan fatwa atau apakek yang isinya “jangan kasih sumbangan orang islam yang mengemis”. bisa dipastikan para pengemis islam(peminta sumbangan)akan malu dengan sendirinya, dan akhirnya tidak mengemis

  53. dalam Islam tidak mengajarkan untuk mengemis hanya orang tertentulahj yg tidak malu untuk melakukan mengemis, sama seperti “agama melarang melakukan dosa” tapi apa ada di muka bumi ini yang tidak pernah melaukan dosa sama sekali? Tanya kenapa?

  54. judulnya dah bagus, tp klo ada yg mau lebih serius lg judulnya bisa…………”tidak keras mendidik kerja keras”

    saya adalah orang islam. saya tidak merasa tersakiti krn saya bukan muslim seperti itu. itu hanya judul supaya orang tertarik membaca. dan setelah membaca, adanya larangan mengemis, tp tidak ada ketegasan dari petinggi agama islam melarang mengemis, seperti melarang lady gaga konser.

    ok saya punya perumpamaan:
    tertangkap seorang pencuri lalu saat akan dihajar masa siapa yg tak tega menghajarnya selain keluarga si pencuri? yaitu orang yang sama2 mencuri jg kerjanya. krn dia akan membayangkan bagaimana jika dia di posisi itu.

    bgtu jg dengan kasus ini. tidak tegasnya tentang mengemis sama saja mengatakan bahwa “saya tidak bisa melarang krn jika saya diposisi dia saya jg akan mengemis”. minimal, semua orang yg berpikir seperti ini pengemis yg dalam keadaan merasa tidak perlru mengemis.

    mengemis termasuk dalam kategori meminta tolong, tp meminta tolong blm tentu mengemis. meminta tolong itu untuk keperluan yg tdk rutin. tp darurat, sesekali. bkn keadaan yg sering ditemui.

    perbedaan mengemis dengan minta tolong adalah peminta tolong menganggapnya sebagai bantuan, sedangkan pengemis menganggapnya sebagai pendapatan.

    mesjid termasuk tdk boleh mengemis sumber dananya, krn apa, itu adalah tempat ibadah. lambang kemegahan agama islam. kebanggaan muslim.

    apa yg sebetulnya bisa disimpulkan jika tmpt ibadah suatu agama atau kegiatan keagamaannya dananya dari mengemis(skrg saya bkn hanya menyebut islam tp semua agama)? artinya umatnya tidak perduli dengan agamanya. kedua umatnya bermental pengemis.

  55. wkwkwkwk.. Cukup ngakak saja. Malu liat pengemis berkedok Islam tp tdk malu dgn sikap bebal(keras-kepala) ne. Wkwkwkwk.. Malu dan sakit hati dgn pengemis beragama Islam tp tdk malu dan sakit hati dgn ”biang kerok”nya sendiri.
    Kanjeng Nabi tdk pnh malu atopun sakit hati thdp ”MANUSIA” mski ada OKNUM manusia yg kafir bahkan melecehkan Beliau(mengencingi ato melempar kotoran bhkan berupaya membunuh). Kita memang bukan Nabi,tp Beliau adlh sebaik2 PANUTAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: