Pengertian Majas dan Pembagiannya


Mengingat Kembali Pelajaran Bahasa Indonesia ( SD, SMP, SMA ) Sewaktu Sekolah, Mengenai Majas.
Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Adapun Macam-Macam Majas dibagi menjadi 4, yaitu Majas Perbandingan, Sindiran, Penegasan dan Majas Pertentangan, untuk lebih jelas dan detailnya, saya jabarkan dibawah ini:

1. Majas perbandingan

  1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
  2. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
  3. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
  4. Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
  5. Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
  6. Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
  7. Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
  8. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  9. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
  10. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
  11. Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
  12. Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
  13. Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
  14. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
  15. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
  16. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
  17. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
  18. Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
  19. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
  20. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  21. Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  22. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
  23. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

2. Majas sindiran

  1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
  2. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
  3. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
  4. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
  5. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

3. Majas penegasan

  1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
  2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
  3. Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
  4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
  6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
  7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
  8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.
  9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
  10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
  11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
  12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
  13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
  14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
  15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
  16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
  17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
  18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
  19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
  20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
  21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
  25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.

4. Majas pertentangan

  1. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
  2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
  3. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.

Referensi:wikipedia.org

About these ads

62 Tanggapan

  1. Asik, sekolah gratis nih.. :) Sudah hampir lupa pelajaran2 SMP ini..

    • bagus ne …
      buat tugas .

  2. Info yang bagus…. trim’s

  3. nice info…

  4. THANK U FOR U INFORMATION

  5. Mkasi ya.
    Mjas prtautan tuh apa?

    • @cutra–>Majas pertautan, antara lain meliputi, metonimia, sinekdoke, alusio, eufimisme, elipsis, dan inversi.
      a. Metonimia
      Adalah majas yang memakia nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal lainnya sebagai penggantinya. Kita dapat menyebut nama pencipta atau pembuatnya jika yang kita maksudkan adalah ciptaan atau buatannya. Bisa pula kita menyebut bahan dari barang yang dimaksud.
      Contoh.
      Dan potret-potret pahlawan
      Mengusap-usapkaren tua
      Baby mortir buatan sendiri
      b. Sinekdoke
      Adalah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya, ataupun sebaliknya.
      Contoh.
      Lewat gardu Belanda dengan berani
      Berlindung warna malam
      Sendiri masuk kota
      Ingin ngubur ibunya

      c. Alusio
      Adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada suatu tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.
      Contoh.
      Hari 10 November, hujan pun mulai turun
      Orang-orang ingin kembali memandangnya

      d. Elipsis

      Adalah majas yang di dalamnya terdapat penghilangan kata atau bagian kalimat.
      Contoh :
      Biarkan layang-layangnya terbang ke angkasa
      Dan…hilang di balik awan

      e. Inversi
      Adalah majas yang dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat.
      Contoh:
      Kuraba mitlaliur Jepang dari baja hitam

  6. thanks postingannya gan !!
    tapi lebih bagus lagi kalo dikasih contoh2 kalimatnya gan..

    • thank, pi kasi contohnya lebih bnyak dunk

  7. bagus bnget, ,jdi inget smua pljran di smp dlu

  8. makasih banget ya ????
    buat aku yang mau UN :)

  9. thanks for your information…

    skarang lg d pelajari oleh anak2 SMP nich…

    thanks ya…..

  10. ahhahhah makasih udah nambah ilmu lagi degh eheheh

  11. makasich yach…..
    pr bahasa indo gw jadi selesai dech…..
    hehehehe…..

  12. thank you :) tugasku selesai

  13. wah,thankz buangggggget yach
    Jdi lebih tau nich ttang majas

  14. hohohohoho ////. … banyak amet contoh`e .. ??? But .. great .. good job

  15. wah mntp lh, jdi gmpang ne pR

  16. terimakasih…
    semoga membantu mid saya,,,
    amiiin,,,,

  17. makasiii….
    info nya..
    membantu banget lho buat ngerjain tugas..hehehehehe :D

  18. mkch ya,pr b.indo q jdi nya dah selesai

  19. EhmMmMmm…………

    Sdkt bngtz sich majas yg da contohnya ! ! !

  20. saya sebenrnya butuh contohnya.,
    tp gpp lah.,
    mkasih ya banyak manfaatnya.,

  21. koq gk di jelasin sich majas perbandingan macam2x apa trus pertantangan dan lainx spaya jelas

  22. horeew ., akhir.e aq dpet tntang majas2 ..
    huft,, bnyak bngtz c .. ,,msag hfal 1mnggu hfal,ind s.bnyk ithu .,?! ..

  23. trimzz….untuk pengertian majas qw jdi cpat mengerjakan b.ind……
    huft………

  24. trimzz…untuk pengertian majas ……………….

  25. bagus. sangat bagus . namun , jika boleh, lebih dioperinci lagi . terimakasih ^

  26. term,s ya,,,,!!!
    tpi msih krang tuch cntoh klimatx,,,…~~~!!!

  27. koq g’ dha majas pertautan c :(

  28. contoh kalimatnya dong

  29. bagus…tp kurang contony…
    Jd krang paham deh ma maksudny..

  30. mantap .pinter lo

  31. Trims…tuk pngertian’a diatas , but mch kurang contoh kalimat’a jdi mch agak kurang paham sedikit : )

  32. thAnkz UdaH bantu

  33. thanks nach z jadi lebih mudah isi tugas dr dosen,kbetulan dosenq agak kiler,so tugasx musti slesai..

  34. muanntap jo……..

  35. Thx..

    jadi lebih mudah mengerjakn tugas ni..

  36. maksi majaz qx bisa memahani gaya bahasa orang itu…

  37. thankz bt infonya,, :)
    contoh’na d tambah lg dong,,.

    • gsfgrhthrt5tik

  38. lagii donk contoh na,,, :)

  39. trims atas informasi nya….
    tapi akan lebih lengkap bila di beri contoh

  40. trims atas informasinya…
    tapi akan lebih baik bila di beri contoh

  41. Mkasi yua info.a,, akhir.a tgas ak slesai :)

    Tp lumyn cpk sih,,!!! :p

  42. thank’s ya

  43. lumayan apik , sakjane kasih contoh nya dums , misale contohe majas metafora , majas personifikasi , dll . jd jgn cuman definisinya aja yaaaak ;))

  44. selain ke-4 majas tu,, apa aja??

  45. terimakasih… :p

  46. thank’zz

  47. kalo majas perulangan ada ga ? saya butuh bgt nih

    mksh

  48. ini mah lihat copas dari wikipedia

  49. bagussss…….

  50. kok gak ada contohnya?

    • iya sob, maaf gk ada contohnya

  51. infrmsi yg sgt brguna. Trims

  52. contoh kaLIMAT yg menggunakan majaS lainnya tolong

  53. thank you for helping my job…………. ^_^

  54. nambah ilmu nih hehehe makasih

  55. contohnya? -_-

    • @lulu damayanti–>maaf nie contoh majasnya belum ketemu

  56. yahhhh pnjg bgtt,,gmna w mw nyalinnya ?? tpi trims infonya :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: